Ahad, 28 Mei 2017

Islam bukan ikut jari telunjuk kalian tetapi dari petunjuk hidayah Allah.




Islam bukan ikut jari telunjuk kalian tetapi dari petunjuk hidayah Allah.


Sewajarnya, Tidak payahlah kita mendabik dada jika hanya tahu sebutir pasir kelihatan seperti permata lalu dengan angkuh dan sombong berusaha bermain gelombang yang menggunung takut hanyut dibawa arus gelombang sepi tiada siapa yang menolong kerana terpedaya dengan hasutan syaitan yang membangkitkan perasaan bangga sehingga dalam kesesatan.

Pesan guru TAREKAT TASAWUF yang kalian hina dengan menganggap mereka sesat, syirik, kafir disebabkan tidak mengikut islam berpandukan nafsu dari jari telunjuk kalian itu. Pesanya "JIKA DIHATI TERDETIK PERASAAN BANGGA KITALAH PALING SEMPURNA DAN MULIA, ITU MENANDAKAN KITALAH PALING HINA DISISI ALLAH. KERANA SYAITAN MEMBANGKITKAN PERASAAN BANGGA DIRI UJUB ANGKUH DAN SOMBONG DALAM HATI KITA."

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
“Sesungguhnya Allah mengasihi hambanya yang bersifat taqwa, kaya jiwa serta tidak menonjolkan diri (merendah diri walaupun berpangkat tinggi)”.
(Hadis Riwayat Muslim)

Sedarlah. Siapalah kita tanpa pertolongan dan petunjuk dari Allah. Mereka yang kalian hina itu jawapanya sudah tersedia ada pada ilmu 7 Maqam Nafsu yang kalian kongsikan itu, Tidak sepatutnya saya menjawab segala pertanyaan sedangkan kalian sendiri tahu seperti doktor pakar yang mahir dalam bidangnya. Perlukah kita mempertikaikan kemahiran mereka. Begitulah harapan saya. Dan saya juga acap kali mengingatkan. Ambilah stiker 7 Maqam Nafsu berjumpalah guru2 tarekat tasawuf atau jika ragu2 pada mereka pergilah berjumpa dengan Majlis Agama Islam Negeri Sembilan. Bertanyalah pada mereka APA BENARKAH DAKWAAN SAYA TERDAPAT ULAMA KESYURGA ALLAH TANPA HISAB? Bukankah cara itu lebih baik dari sengaja mendekati diri dengan kekufuran kerana sengaja menolak Dalil dan Nas sang pernah saya kongsikan sebelum ini?



Golongan umat dan ulama2 yang keSyurga Allah tanpa hisab ini adalah mereka yang Allah REDHAI. Iaitu NAFSU mereka cenderung mengharap keredhaan Allah semata.

Selain dari itu.
Hati mereka sentiasa pada Allah dan lebih takutkan Allah tidak gentar dengan fitnah dan ancaman kalian semua yang PERASAN konon kalianlah paling mulia disin-Nya.

Firman Allah dalam hadis Qudsi bererti:
"Manusia itu adalah rahsia ku dan aku rahsianya".
Dalam Firman Allah pada hadis Qudsi yang lain pula bermaksud:
"Barang siapa mengenal dirinya maka kenallah Tuhannya".
1-       Antara golongan yang dijamin keSyurga Allah tanpa hisab selain Mujahid Fisabilillah itu adalah golongan yang Maqam Nafsu KAMILAH yang membawa maksud Maqam Nafsu suci dan sempurna. Mereka dalam maqam nafsu ini adalah para Nabi dan Rasul. Yang terpelihara dari perbuatan tercela dan Allah selalu mengawasi dan membimbingnya. Untuk meraih nafsu dari peringkat yang paling bawah hingga peringkat diatasnya diperlukankan untuk Mujahadah hingga Allah SWT yakin akan usahanya. Untuk itu marilah kita tak terkecuali saya sendiri berlumba-lumba untuk meningkatkan peringkat nafsu kita hingga ke tingkat yang lebih tinggi agar kita semua ditempatkan oleh Allah SWT di taman surganya yang tak dapat dilukis oleh panca indera kita kerana keindahannya.

2- Maqam NAFSU MADRHIYAH:
Tingakatan ini lebih tinggi dari tingkatan nafsu radhiah. Yang istimewa pada tingkatan ini adalah Bukan hanya orang pada tingkatan nafsu ini yang sangat mencintai Allah SWT, tapi Allah SWT juga sangat mencintainya. Dia buat Allah SWT cinta padanya dengan melaksanakan apa yang di sunatkan dan tidak melaksanakan sebuah dosa walaupun sekecil jarum di lautan. Sesuai dengan Hadist Qudsi : "Senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaku dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku cinta padanya. Maka apabila Aku telah mencintainya, jadilah Aku pendengarannya yang dengannya ia mendengar, penglihatannya yang dengannya ia melihat, perkataannya yang dengannya ia berkata, jadilah Aku tangannya yang dengannya ia berbuat, jadilah Aku kakinya yang dengannya ia melangkah, dan akalnya yang dengannya ia berpikir".

3- Maqam NAFSU RADHIAH:
Sifat dari nafsu ini adalah dia selalu menganggap yang makruh itu haram, dan yang sunat ia anggap itu kewajiban. Jika ia tidak melaksanakan apa yang disunatkan, ia merasa berdosa. Baginya takdir baik atau buruk adalah sama saja. mereka tidak peduli dengan urusan yang berbau dunia. Karena hati mereka hanya pada Allah dan redha atas segala ketentuan yang Allah berikan kepadanya.

4- Maqam NAFSU MUTHMAINNAH:
Orang yang berada dalam tingkatan ini sudah dijamin masuk surga. Sesuai dengan yang terkandung dalam surat Al- Fajr ayat 27-30 : "Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha dan diredhai, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku". Orang yang berada dalam tingkatan ini sentiasa dijauhkan dari rasa cemas dan gelisah atas segala ketetapan Allah SWT dan selalu merasa sejuk hatinya, tenteram jiwanya, jika dia bisa melakukan suatu amal kebajikan. Hatinya senantiasa rindu pada Allah SWT.

Jika kita angkuh sombong lambung-lambung sampai berani menghina menghukum Para Ulama Pewaris Nabi itu menandakan kita dalam kelompok NAFSU AMMARAH. Setaraf dengan golongan yang terjun keneraka iaitu orang-orang Kafir, Syirik dan Kufur. Na’uzubillah.
Oleh itu sahabat. Waspadalah dengan bisikan syaitan yang sentiasa mengajak kita ikut sama mereka jadi bahan bakar disana. Terlalu banyak peringatan Allah dalam Quran bagaimana peranan syaitan yang memperdaya kita sehingga ujub bangga diri angkuh sombong lambung-lambung.
“Dan sesiapa yang tidak mengindahkan pengajaran (Al-Quran yang diturunkan oleh Allah) Yang maha Pemurah, Kami akan adakan baginya Syaitan (yang menghasut dan menyesatkannya), lalu menjadilah Syaitan itu temannya yang tidak renggang daripadanya.' Dan sesungguhnya Syaitan-syaitan itu tetap menghalangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahawa mereka orang-orang yang mendapat hidayah petunjuk.' Sehingga apabila ia (yang terjerumus dalam kesesatan itu) datang kepada Kami (pada hari kiamat), berkatalah ia (kepada Syaitannya): “Alangkah baiknya (kalau di dunia dahulu ada sekatan yang memisahkan) antaraku denganmu sejauh timur dengan barat! Kerana (engkau) adalah sejahat-jahat teman”.
(Az Zukhruf : ayat 36-38)


Bersamalah kita MUHASABAH DIRI. Siapalah kita tanpa petunjuk dan pertolongan dari Allah. Tak payahlah kita timang-timang diri tinggi-tinggi konon kitalah paling mulia disisi-Nya. Kerana orang yang berilmu dan orang yang beriman itu merasa malu masuk bakul timang-timang diri tinggi-tinggi.
Rasulullah saw bersabda;
"Janganlah menganggap diri kalian suci. Hanya Allah lah yang mengetahui siapa yang baik diantara kalian."
(Shahih Muslim No. 1407)